Balada Cerita Horor di Kampus Ane dan Sekitarnya #2 - Kapan "Masuknya"??? - Cerita Seram Kaskus

Balada Cerita Horor di Kampus Ane dan Sekitarnya #2 - Kapan "Masuknya"???

Masih tentang pengalaman ane juga. Pengalaman inilah yang membuka jalan ane untuk mengenali lebih “dalam” tentang teman ane, Diana. Cerita ane ini gak horor-horor amat, malah agak konyol.

Kejadiannya itu waktu ane sudah kuliah. Jadi pas ane semester 3, di jurusan ane ada semacam tradisi untuk “menyambut” mahasiswa baru. Dulu sih acaranya digelar dikampus tapi karena sudah ditentang pihak kampus kami pun mengemas acara ini dengan embel-embel pengabdian masyarakat yang acaranya dilakukan di luar kampus.

Singkat cerita ane jadi panitia konsumsi buat acara pengmas tersebut. Panitia utama acara ini adalah senior satu tahun di atas ane. Ane sih ikut panitia buat bantu-bantu aja. Pesertanya adalah anak maba (mahasiswa baru). Kita ngelaksanain acara ini di daerah puncak bogor selama 3 hari 2 malam.

Karena ane panitia konsumsi yang masuk team advance, ane berangkat duluan ke lokasi naik motor sama senior, peserta dan panitia yang lain berangkatnya siang. Sesampainya ane di vila, ane langsung beres-beres perlengkapan ane, terus jalan-jalan ke dapur, ngobrol dan makan sebentar. Kebetulan ane anak junior sendiri yang lainnya pada senior jadi gak ada temen ngobrolnya. Ketika para senior pada mutusin buat berenang sambil nunggu peserta dateng ane pun berencana buat ngelilingin vila ini sendiri.

Ane jalan-jalan ke kamar peserta, ke kamar mandinya (banyak gan kamar dan toiletnya), ke bagian belakang villa yang ternyata langsung menghadap ke kali yang airnya memang jernih, ane pikir mungkin senior yang lain pada berenang di kali ini. Puas jalan-jalan ane balik lagi ke dapur. Ane merasa nyaman sama vila ini.. udah kayak rumah sendiri.
Ini awalnya gan, sebelum akhirnya kejadian buruk itu menimpa kami semua. Gak ada satupun yang tau kenapa hal ini terjadi karena satu minggu sebelumnyanya vila ini sudah digunakan untuk acara yang sama dari jurusan lain di kampus ane dan tidak terjadi hal yang aneh-aneh. Tapi ketika giliran jurusan ane, kejadian buruk itu terjadi. Satu hal yang ane tau dari senior, ini terjadi juga karena kesalahan kami (panitia) di awal yang tidak melakukan pengajian terlebih dahulu.

Ane akan skip cerita langsung ke pengalaman ane aja. Karena ane tau cerita lengkapnya setelah kami pulang dari vila ini. Ane akan ceritakan detailnya nanti gan pas ane cerita tentang teman ane, Diana.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dan ya, pada malam kedua di vila di waktu subuh akhirnya kami bisa tertidur juga setelah semalem dibuat repot sama kejadian kesurupan yang menimpa senior ane dan Diana. Ane cek ke ruang kesehatan yang dekat sama dapur, Diana kondisinya sudah “sadar” tapi kelihatan banget dia lelah, kantung matanya makin membesar dan hitam, wajahnya pun layu tapi Diana masih bisa tersenyum kecil. Disitu ada beberapa senior laki-laki yang hobi ngebanyol, mereka pun menghibur Diana biar ketawa. Ane pun ikut tertawa saat itu karena kejadian Diana kesurupan diceritakan kembali dengan bumbu-bumbu humor. Seakan-akan kami sudah lepas dari teror semalam.

Selesai bercandaan ane pun ke dapur lagi nyiapin sarapan dan mendengar cerita-cerita heboh dari senior ane yang lain. Lalu ane ke kamar panitia dan balik ke dapur lagi, pas disini ane di stop sama senior, panggil saja dia Deni (nama disamarkan).
“Eh ini sama Rina (nama ane juga disamarkan) aja dianternya”, cegat kak Deni tiba-tiba.
“Ada apa kak?” tanya ane.
“Ini Diana mau ke toilet, Ran temenin dia yak”
“Oh iya kak, bisa..bisa..” jawab ane semangat. Pikir ane, akhirnya ane berguna juga disituasi ini. Sebenernya Kak Deni nyuruh ane karena kasian sama dua temen cewek ane lainnya yang bisa dibilang deket banget sama Diana, itu sudah kelelahan dari semalaman nemenin Diana yang kesurupan.

Ane pun mengajak Diana ke toilet terdekat, Diana pun langsung berjongkok dan saat itu ane berdiri bertugas ngambilin air untuk Diana. Ane nyiduk air terus kasih Diana – nyiduk air – kasih Diana – begitu seterusnya. Di dalam kamar mandi ane gak ngobrol sedikitpun sama Diana, karena ane pikir dia masih lelah. Setelah selesai Diana dan ane pun berjalan keluar toilet, di depan pintu toilet Diana diam saja. Ane pun bilang, “ayo Din”. Tapi Diana masih diam saja. Lalu ada senior ane lewat dia langsung menatap curiga gitu.

Ane yang dibelakang Diana bilang, “Kak ini kenapa??” sambil nunjuk ke Diana.
Langsung senior itu ngeluarin garam di kantongnya, “Coba Diana makan ini dulu” katanya sambil nyodorin garam di tangannya.
Diana masih diam aja tapi jari telunjuknya terjulur kaku, kakuuu banget gan.. gak lurus tapi bengkok-bangkok begitu. Telunjuk Diana itu pun mencuil garam yang ada di tangan senior, senior bilang “yang banyak Din”. Tapi akhirnya Diana cuma ambil dikit terus dia masukkin ke mulut.

“Ayo ambil lagi Din” kata senior ane lagi.
“Ikh masa Putri dikasih begituan sih” jawab Diana sinis.
Disini ane nge skip bentar gan, kok Diana gaya bicaranya kayak gitu sih? Wah gak bener nih jangan-jangan dia “kemasukkan” lagi!
Ane pun ngasih kode dari belakang kalau Diana udah gak bener lagi. Senior ane akhirnya nyuruh Diana buat keluar dari toilet tapi Diana nolak.
“Ih masa Putri disuruh jalan sendiri?? Gak mau” kata Diana arogan.
Ane yang dibelakang dia pun bilang, “Oh iya tuan Putri maaf, silahkan tuan Putri keluar sebentar, ayo tuan Putri” rayu ane. Cuma ane inget waktu itu ane ngomongnya bernada mengejek juga sih, hahaha.

Senior yang di luar juga ikutan ngerayu Diana dengan manggil dia “tuan Putri, tuan Putri”. Setelah Diana keluar dengan sigap senior ane yang mengerti hal-hal begituan langsung menangani Diana.

Well, jujur ane gak ngerasa takut disitu. Ane ngerasa biasa aja habis SATU RUANGAN sama orang yang kesurupan pertama kalinya. Ane gak ngerasain perubahan sama Diana kecuali yang pas mau keluar toilet. Ane cuma heran, kapan Diana itu kesurupannya?!!! Terus yang ane kasihin air pas di toilet yang nerima SIAPA??!

Dan setiap ane ceritain pengalaman ane ini ke temen yang lain, mereka pada akhirnya pasti tertawa..