Diary - Bonus Story #2 - Ketika Yang Tidak Biasa Melihat 'Diperlihatkan' - Cerita Seram Kaskus

Diary - Bonus Story #2 - Ketika Yang Tidak Biasa Melihat 'Diperlihatkan'

Ini terjadi setelah pengalaman melihat si 'wanita' pertama kalinya saat bermobil dengan Elisa (baca : Bonus Story I).

Setelah kejadian penglihatan pertama saya dengan si 'wanita' berbaju putih itu, Besokannya saat bangun tidur rasanya pundak ini sudah sangat berat sekali. Dan entah rasanya seperti seseorang yang akan kena flu (badan berat, otot sakit dst) tapi beberapa kali ukur termometer hasilnya nihil alias sehat walafiat.

Tapi dasar males, hal itu malah bikin saya bolos kerja.

Pikiran saya asyik tidur ah..

Jadi saya tidur lagi sampai kurang lebih jam 10an. Pas waktu kebangun, saat mata masih separuh sepet saya seperti melihat seseorang yang berdiri di samping saya. Pikiran saya, kemungkinan itu palingan pacar saya yang memang sering banget maen masuk apartemen saya seenaknya.

Atau palingan si Elisa yang sama-sama sering dateng nagih tugas desain yang saya kerjain.

Saya merasakan tangan dingin yang mengguncang-guncangkan bahu saya.

"Tar ah.. bentaran lagi" kataku pada orang yang kukira Elisa atau pacarku itu. sambil menepis tangan dingin itu dari bahuku.

"HIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHI"

"wtf!?" saya langsung bangun mendengar suara mengerikan itu.

Dan seperti yang sudah dikira, kosong. Tidak ada apa-apa di kamar apartemen saya.

Pas saya pegang bahu yang dipegang tadi, saya memegang sesuatu yang lengket-lengket.

Bekas lumpur, dan bukan bekas lumpur biasa, bentuk lumpur itu sendiri berbentuk seperti tangan.

"Wtf!!?" seketika saya langsung merinding disko. Jadi saya memutuskan untuk segera mandi dan pergi ketemu Elisa. Karena Elisa pakarnya yang beginian. Saya mau minta tolong jangan-jangan ada yang nempel dengan saya.

Begitu saya bangun, tumpukan kertas sketsa yang diatas meja tau-tau jatuh kebawah. Padahal tumpukan enggak tinggi dan taronya juga gak disamping-samping meja.

Ah kena angin AC kali pikiran saya waktu itu (uda pasti kaga mungkin banget secara itu bundelan kertas seberat apaan emang bisa ketiup angin AC)

Jalan lagi sedikit, lampu kamar tidur apartemen nyala-mati nyala-mati

"Aww.. sh*t.." pikir saya.

Tanpa mengunci pintu kamar mandi saya langsung buru-buru mandi. Tadinya hampir gak mau mandi, tapi bekas lumpur itu kena ke leher juga dan gak bisa hilang. Belum lagi bau iler lantaran belum mandi dari pagi, karena merasa gak mungkin ketemu cewek secantik Elisa kagak pake mandi dulu terpaksalah saya mandi.

Saat lagi mandi, dan seperti yang saya katakan tadi pintu gak saya kunci hanya saya tutup biasa.

KREK.. KREK.. KREK..

Perlahan-pahan kenop pimtu memutar.

Saya membeku ngeliatnya.

KREK... KREK... KREK..

Kenop berputar lagi perlahan-lahan.

Saya menghentikan kegiatan mandi saya, mematikan shower dan perlahan-lahan meraih handuk saya.

Secepat kilat saya mengeringkan tubuh saya dan memakai celana pendek.

KREK...

kenop pintu berputar lagi satu kali..

"HIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHIHI!!!!!" suara tawa yang melengking itu terdengar bergema di dalam kamar mandi saya.

KREK.KREK.KREK.KREK.KREK.KREK.kREK.KREK.KREK.

Kali ini kenop berputar-putar dengan sangat cepat

BRAKK!! BRAKK!! BRAKK!!

Terdengar suara seperti mendobrak pintu dari luar

Suara dobrakan itu dipadukan dengan gerakan kenop pintu yang berputar-putar dengan liar.

Saya berdiri terpaku menyaksikan hal itu.

Kemudian, tanpa ada tanda-tanda apapun. Semua suara itu berhenti.

Saya menunggu sekitar 3 menit... 5 menit...

tidak ada tanda-tanda apapun...

Saya berjalan perlahan-lahan ke pintu kamar mandi untuk memeriksanya.

TOK..TOK..TOK..

terdengar suara dari belakang.

Dibelakang saya, di jendela yang terpasang di bagian atas kamar mandi, muncul wajah 'wanita' itu sambil menyeringai jahat ke saya.

Cepat-cepat saya berlari keluar dari kamar mandi, menyambar pakaian yang ada, bersusah payah untuk memakainya. Kemudian lari keluar kamar apartemen saya.

Tadinya saya berlari ke lift, tapi langsung urung karena ngeliat sepintas si 'wanita' itu ada di lorong di belakang saya, maka saya buru-buru turun lewat tangga. Toh cuma 5 lantai ini.

Begitu sampai di parkiran, langsung saya starter mobil dan jalan buru-buru.

TOK.. TOK. TOK..

disamping jendela mobil saya, si 'wanita' itu menempelkan wajahnya sambil menyeringai kepada saya

"HIHIHIHIHIHIHIHIHIHIH" tawanya.

Sayapun refleks langsung mengerem mobil saya.

'Wanita' itu memutari mobil saya,

KREK.. KREK... terdengar suara pintu mobil saya berusaha dibuka olehnya.

Terus menerus dia memutari mobil sambil tetap menempelkan wajahnya di jendela mobil, dan matanya tetap menatap saya sambil menyeringai.

Saya begitu ketakutan sampai-sampai begitu ada dering telepon masuk saya sangat kaget.

Tapi setelah melihat panggilan yang masuk dari Elisa saya jadi agak tenang.

Saya buru2 mengangkat teleponnya "Halo Lis.."

"Aku tau, kamu bikin jadi speakerphone deh"

Aku melakukan sesuai dengan perkataannya.

"Jangan ganggu Ayanokouji (nama saya disamarkan donk), dia bukan siapa2 saya, kamu tidak ada urusan dengannya" #nyesekmodeON (tapi waktu itu sih saya juga masih ada pacar sendiri, jadi ga nyesek2 banget juga).

Setelah Elisa mengatakan itu, 'wanita' itu perlahan mundur dan tersenyum mengejek.

Kemudian dia berbalik dan menjauhi mobil saya.

Tapi sebelum menghilang 'dia' menyempatkan diri untuk membalikkan badannya dan menunjukkan wajahnya dengan kulit wajah yang penuh carut marut luka yang masih berdarah-darah.

Sukses hal itu membuat saya ngompol sedikit di celana.

Setelah itu.. mobil saya harus masuk ke tempat cuci mobil untuk dicuci joknya