Niken : " gw meditasi kayak biasanya nih stiv ?! "
Steve : " iya mbak tapi posisinya rebahan "
Niken : " kok rebahan stiv ?!.. ntar kalo bablas tidur gimana ?! "
Steve : " justru biar ketiduran mbak , ntar tau tau langsung lucid dream "
Zul : " kok gampang banget stiv caranya ?! "
Steve : " emang gampang kok mas , gelombang otak nyampe high theta dah langsung bablas tidur "
Zul : " berarti gak harus deep trance ya stiv ?! "
Steve : " ngga perlu , pokoknya ntar nafasnya udah alus banget ya langsung ngantuk "
Zul : " teknik pernafasannya sama kan ?! "
Steve : " sama mas , tapi kalo udah ngantuk gak usah fokus lagi sama detak jantung "
Zul : " gitu ya ?! "
Niken : " ayo deh zul coba sekarang !! "
Zul : " ayo nik ! "
kini Niken dan Zul mulai meditasi dengan posisi tubuh rebahan di atas karpet , sementara aku dan Pendik duduk di kasur menyaksikan prosesi mereka melakukan Lucid Dream.
Pendik : " koyok opo yo vig lucid dream iku ?! "
Me : " awake dhewe kapan kapan wae njajale ndik "
(kita kapan kapan aja nyoba ndik)
Pendik : " aku yo sek lagi seneng senenge iso merogo sukmo kok vig , isek gurung pengen "
(aku juga lagi seneng senengnya bisa astral projection kok vig , masih belum pengen)
meskipun penasaran dengan Lucid Dream aku dan Pendik telah sepakat untuk mencobanya lain kali saja , fokus kami masih seputar Astral Projection saja.
Steve : " ngga sekalian astral projection mas ?! "
Me : " ngga deh stiv , gw pengen lihat niken sama zul dulu "
Steve : " kita lihat aja mas , paling ntar tidurnya cuma sejam doang "
15 menit kemudian kulihat tubuh Niken dan Zul mulai terdiam dan tak bergerak sama sekali , hela nafasnya juga tampak halus karena dada mereka tak lagi naik turun... kurasa mereka telah memasuki alam mimpi masing masing dan beraksi bak tokoh Dobb di film 'Inception' itu.
Sejam lebih kami menunggui Niken dan Zul terbangun dari tidurnya , hingga akhirnya Zul bangun duluan dengan muka yang tampak gelagapan dan nafas yang tak beraturan.
Zul : " hah... hah..hah.. "
Pendik : " zul , kok udah bangun duluan ?! "
Zul : " hah..hah.. aku ngimpi tenggelam ndik , rasanya beneran kayak lagi tenggelam di air "
Pendik : " wah , ngeri iku zul "
Zul : " kayak nyata banget pokoknya "
dengan terbata bata Zul menceritakan mimpinya yang katanya terasa sangat nyata sekali , sebelum akhirnya Steve menyuruh Zul melanjutkan ceritanya dengan lebih detil lagi.
Zul : " tadi ngimpi tau tau lagi di kapal feri , kayak pas biasanya aku nyebrang dari pelabuhan gilimanuk "
Steve : " tapi sadar ngga mas kalo lagi ngimpi ?! "
Zul : " aku sadar banget stiv kalo emang lagi ngimpi , keadaannya di atas kapal itu jelas banget... udah kayak nyata "
Me : " trus ngapain lagi zul ?! "
Zul : " pas aku berdiri di dek kapal paling atas , tau tau ada cewe cakep lagi mandangin laut "
Me : " trus lu samperin zul ?! "
Zul : " pas aku mau nyamperin gak taunya ada gorilla gede banget vig "
Me : " ha..ha... gorilla naek kapal ?!? "
Pendik : " wancik , itu cewe pacarnya gorilla ya zul ?! "
Steve : " ha..ha.. lanjutin mas ! "
Zul : itu gorilla ndekep aku kenceng banget trus badanku ini diangkat "
Me : " trus lu diceburin laut ?! "
Zul : " iya vig , aku dilempar ke laut rasanya udah kayak mau tenggelam , nyata banget "
Me : " ha..ha.. apes lu "
Steve : " tapi masih sadar kalo lagi mimpi kan mas ?! "
Zul : " sadar banget stiv , aku langsung pengen udahan akhirnya bangun sendiri "
apa yang diceritakan oleh Zul terdengar cukup konyol dan menggelikan hingga membuat kami tertawa , dari ceritanya aku mengetahui bahwa Zul benar benar sadar jika sedang bermimpi dan ia punya kuasa untuk mengakhiri mimpinya kapanpun ia mau.... apalagi ia bilang rasanya seperti tenggelam beneran , sepertinya seluruh panca indranya aktif semua saat sedang bermimpi.
Me : " kalo rasanya nyata berarti kayak kejadian sungguhan ya zul ?! "
Zul : " iya vig , aku sadar ini mimpi tapi juga nyata banget pokoknya "
Pendik : " kok bisa ya zul ?! "
Steve : " emang panca indra aktif semua kok mas , sama aja kayak astral projection "
Zul : " pantesan , sampe rasanya air laut yang ketelen aja asin banget "
Pendik : " wah , untung kamu cepet bangun zul "
setelah tuntas bercerita rupanya si Zul masih ingin melanjutkan mimpinya yang terputus tadi , Steve menyarankan jika ingin menyambung story line mimpinya maka harus diingat adegan yang paling akhir dan harus tau apa yang mesti dilakukan.
Zul : " pokoknya aku mau nyamperin cewe tadi , trus gorillanya mau aku hajar sampe bonyok !! "
Pendik : " wah , sekalian gorillanya ganti ceburin laut zul !! "
kini si Zul kembali rebahan di karpet dan mengatur pernafasannya lagi , tak sampai 10 menit kemudian dia sudah terlelap ke alam mimpinya.
Sedari tadi kami menunggui si Niken terjaga dari tidurnya namun ia masih tampak terlelap dengan pulas , yang kami khawatirkan jika ia benar benar tertidur dan sama sekali tak mengalami Lucid Dream.
Pendik : " niken kok suwe tangine rudit vig ?! "
(niken kok lama bangun tidurnya vig ?!)
Me : " mugo mugo gak bablas keturon ndik "
(moga moga gak bablas ketiduran ndik)
Steve : " dah tungguin biar bangun sendiri mas "
menit demi menit telah berlalu , tiba tiba Zul terbangun lagi dan ia tidak gelagapan seperti tadi... justru kali ini mukanya tampak berseri seri seperti orang yang menang judi.
Pendik : " loh zul , wes mari tha ?! "
Zul : " udah ndik..ha..ha.. "
Me : " kok kayaknya seneng amat zul ?! "
Steve : " ayo ceritain lagi mas !! "
dengan bersemangat Zul mulai bercerita lagi , kurasa ia benar benar melanjutkan mimpinya yang terputus tadi dan berhasil mengakhirinya dengan happy ending.
Zul : " tadi itu vig , pas aku ngimpi lagi.. aku masih tenggelam di laut "
Me : " trus lu manjat kapal ?! "
Zul : " ngga vig , aku kok niat pengen terbang... eh gak taunya bisa terbang beneran "
Pendik : " kok kayak astral projection bisa terbang juga ?! "
Steve : " kalo lucid dream emang bisa terbang kok mas "
Zul : " tadi aku terbang mentas dari laut trus ndarat di dek kapal paling atas "
Pendik : " ketemu gorillanya tadi zul ?! "
Zul : " ketemu ndik , aku langsung samperin trus aku banting banting kayak smekdon itu "
Pendik : " kok kuat mbanting gorilla zul ?! "
Zul : " aku juga gak tau , pokoknya aku banting banting aja sampe klenger "
Me : " ha..ha..ha.. trus lu lempar ke laut gorillanya ?!? "
Zul : " iya vig , pas udah klenger aku angkat badannya ganti aku lempar ke laut gorillanya... pokoknya aku seneng banget bisa ngalahin "
Steve : " trus cewenya tadi gimana mas ?! "
Zul : " cewenya langsung aku samperin "
Me : " abis itu ngapain zul ?! "
Zul : " abis itu aku bawa itu cewe masuk ke ruangan di kapal , sempit banget "
Me : " trus lu tidurin ?!? "
Zul : " he..he..ya gitu deh vig "
Pendik : " wancik zul , wenak iku "
Zul : " pokoknya apa yang aku rasain nyata banget , udah kayak beneran "
Steve : " abis itu langsung bangun mas ?! "
Zul : " ha.ha.. udah puas gituan sama tu cewe aku langsung pamit mau pulang , akhirnya langsung bangun stiv "
dengan muka cengengesan si Zul memungkasi ceritanya , aku berkesimpulan bahwa apa yang dilakukannya kurang lebih sama seperti Dobb sang tokoh utama film 'Inception' , ia benar benar punya kontrol total untuk melakukan apa saja dan memastikan bahwa alur mimpinya berjalan sesuai dengan apa yang diinginkannya.... hal ini mustahil dilakukan jika cuma mengalami mimpi biasa.
Kini si Zul ikutan duduk bersama kami di kasur sementara si Niken masih belum kunjung terbangun dari tidurnya , sambil menunggunya terjaga Steve menjelaskan mimpinya Zul tadi dari aspek psikologis.
Steve : " mas pasti pernah naksir cewe tapi gak kesampaian ya ?! "
Zul : " kok tau stiv "
Steve : " cewe di kapal tadi pasti cewe yang pernah mas taksir , iya ngga ?! "
Zul : " bener stiv , tapi dulu pas awal kuliah itu "
Steve : " itu cewe pasti udah punya cowo ya mas ?!.. "
Zul : " bener stiv , aku terpaksa lupain tu cewe soalnya udah punya cowo... cowonya tajir trus badannya gede lagi "
Pendik : " ha..ha.. berarti itu cowo yang jadi gorilla tadi zul "
Steve : " semua wujud di alam mimpi itu hasil manifestasi long term memori mas "
Zul : " dulu emang nyesek rasanya stiv , aku terpaksa lupain tu cewe padahal aku naksir banget "
Me : " cinta bertepuk sebelah tangan tha zul ?! "
Steve : " sebenernya perasaan patah hati itu mengendap di bawah sadar kamu mas , jadi emosi negatif yang nyesek terus jika diinget "
Zul : " trus kejadian di mimpi tadi kayak yang aku pengen di dunia nyata , tapi gak kesampaian stiv "
Me : " lu jiper sama cowonya tha zul ?! "
Steve : " ya itu mas gunanya lucid dream , buat meluapkan emosi negatif di bawah sadar jadi akhirnya ngerasa plong "
Zul : " berarti yang gak kesampaian di alam nyata jadi bisa kesampaian ya stiv ?! "
Steve : " bener mas , intinya rasa kecewa , frustasi , patah hati , marah , dendam itu kan emosi negatif yang mengendap di bawah sadar , bisa bikin trauma juga.... gunanya lucid dream buat ngeluarin semuanya , soalnya di dunia nyata gak bisa diluapin "
Zul : " pantesan stiv aku ngerasa lega banget sekarang "
Steve : " kalo emosi negatif udah dikeluarin kan jadi enak mas "
dari penjelasan Steve kuketahui jika Lucid Dream tenyata mempunyai benefit yang lumayan bermanfaat bagi kesehatan psikis , bisa dibilang semacam terapi atau emotional healing gratis.
Nyaris sejam berselang mendadak si Niken terbangun , ia langsung merenggangkan kedua tangannya lebar lebar sementara mukanya tampak sama berserinya dengan Zul tadi.
Steve : " gimana mbak ?!.. ngimpi apaan tadi ?! "
Niken : " asiik banget stiv pokoknya "
Me : " asik gimana ?!.. ceritain dong !! "
Niken : " tau gak gw tadi jadi apaan vig ?! "
Me : " meneketehe ?! "
Zul : " jadi cinderella nik ?! "
Pendik : " putri raja ?! "
Niken : " salah semua lu guys !!... gw tadi jadi lara croft "
Me : " lara croft di game tomb raider itu ?!? "
Niken : " bener vig , kostumnya aja sama kayak di film "
agak menggelikan juga mendengar cerita Niken yang di mimpinya menjelma jadi Lara Croft si cewe petualang bertubuh sexy , sulit untuk membayangkan Niken yang bertubuh agak bongsor ini mengenakan kostum khasnya Lara Croft yang menonjolkan keseksian lekuk tubuh.... dalam hati aku hanya bisa tertawa geli saja.
Niken : " tadi gw lagi petualangan di hutan stiv "
Steve : " malam apa siang mbak ?! "
Niken : " malem stiv , gelap banget "
Me : " tapi lu nyadar kalo lagi ngimpi kan nik ?! "
Niken : " nyadar banget vig , gw tau bener kalo cuma mimpi... trus keadaannya juga jelas banget , nyata banget pokoknya "
Zul : " trus ada apaan aja di hutan nik ?! "
Pendik : " ada gorilla nik ?! "
Niken : " ngga ndik , di hutan isinya pasukan stormtrooper semua "
Zul : " pasukan yang di film star wars itu nik ?! "
Niken : " iya zul , ada banyak banget trus pada nembakin aku pake laser "
Me : " trus lu kena tembak nik ?! "
Niken : " ngga dong , gw malah nembakin mereka pake pistol... ada 2 pistol gw "
Me : " dapet darimana pistolnya nik ?! "
Niken : " ngga tau vig , gw pengen nembak tau tau tangan gw udah megang pistol "
Pendik : " wancik , koyok pilem yo vig ?! "
apa yang diceritakan Niken terdengar jauh lebih konyol daripada mimpinya Zul , dengan bersemangat dia kembali melanjutkan ceritanya yang terasa bak adegan film laga.
Niken : " pokoknya itu pasukan stormtrooper gw tembakin semua sampe mampus "
Me : " hebat lu nik "
Steve : " trus abis itu ada apaan lagi mbak ?! "
Niken : " abis itu gw jalan nyampe ke goa yang ada patung patungnya , trus ada obornya yang nempel di dinding "
Me : " trus lu masuk ke goa ?! "
Niken : " iya vig , gw masuk jauh banget sampe akhirnya nemu kayak akar rambat gitu "
Me : " akarnya lu panjatin nik ?! "
Niken : " gw manjat akar itu buat naek ke atas , soalnya itu goa nembus ke kastil "
Zul : " kastil kayak film drakula nik ?! "
Niken : " bener zul , kastil eropa yang gelap banget trus banyak kelelawarnya "
Zul : " kamu dikerubungin kelelawar dong ? "
Niken : " iya zul , rasanya kayak nyata banget pas dikerubungin kelelawar... ampe akhirnya gw jatuh dari akar rambat tadi "
Zul : " jatuh ke goa lagi nik ?! "
Niken : " pas jatuh itu kok rasanya lama banget , badan gw ngga nyampe tanah.... pokoknya jatuh terus kayak gak ada ujungnya deh "
Steve : " tapi masih nyadar kalo cuman mimpi kan mbak ?! "
Niken : " itu dia stiv , gw nyadar kalo lagi mimpi akhirnya gw niat pengen jatuh di kasur empuk "
Me : " trus lu jatuh di kasur ?! "
Niken : " iya vig , tau tau aja gw udah ada di kamar yang mewah banget.. trus kasurnya spring bed yang empuk banget "
Zul : " enak banget nik "
Pendik : " kok bisa ya abis jatuh dari goa kok nyampe kamar mewah ?? "
Steve : " ha..ha.. namanya juga mimpi mas , apa aja bisa kan ?! "
mendengar cerita Niken lama lama membuatku pusing sendiri , alurnya serba ngga jelas dan tema mimpinya juga absurd....entah apa yang akan terjadi berikutnya.
Niken : " pas di kasur rasanya gw nyaman banget , sampe akhirnya gw niat pengen tidur trus ngimpi lagi "
Zul : " wah , mimpinya berlapis kayak film inception ya nik ?! "
Niken : " iya zul , gw tidur trus ngimpi lagi.... tau tau udah ada di restoran kfc "
Me : " restoran kfc ?!.. lu makan ayam goreng di sono ?! "
Niken : " iya vig , gw laper trus pesen ayam sama minum pepsi "
Pendik : " wenak iku nik "
Steve : " tapi masih nyadar kalo lagi mimpi kan mbak "
Niken : " masih stiv , gw nyadar banget kalo cuma mimpi... trus rasanya nyata banget , sampe gw bisa ngerasain gurih ayamnya "
Pendik : " mumet nik aku "
makin lama makin absurd saja mimpinya si Niken ini , apalagi ia mengalami mimpi berlapis yang malah semakin ribet untuk disimak alurnya.
Steve : " trus abis makan ngapain mbak ?! "
Niken : " abis makan gw keluar dari restoran kfc "
Me : " lu masih pake kostum lara croft nik ?! "
Niken : " ngga vig , aku pake pakaian biasa "
Steve : " lanjut mbak ! "
Niken : " pas di luar tau tau ada limosin item nyamperin gw , trus sopirnya nyuruh gw masuk "
Zul : " wah orang kaya itu nik ?! "
Niken : " tau gak di dalem limosin ada siapa ?! "
Me : " leonardo di caprio ?! "
Niken : " salah "
Zul : " bondan prakoso ?! "
Niken : " salah lagi "
Pendik : " nyerah wes nik "
Niken : " ada tyo nugros lagi duduk di belakang limosin "
Me : " tyo nugros drummer dewa itu nik ?!?! "
Niken : " beneran vig , gw duduk sebelahan sama dia trus gw diajakin jalan jalan "
Kami hanya geleng geleng kepala saja mendengar cerita si Niken , semacam khayalan tingkat tinggi yang ngga akan mungkin kesampaian di dunia nyata.
Steve : " trus akhirnya gimana mbak ?! "
Niken : " abis jalan jalan gw diturunin di taman trus gw pengen balik ke mimpi sebelumnya.... akhirnya gw balik lagi ke kamar mewah yang gw pake tidur tadi "
Me : " trus lu langsung bangun ?! "
Niken : " iya vig , gw bangun dari kasur trus niat pengen bangun beneran di dunia nyata "
Zul : " ribet juga ya nik mimpi kamu "
Niken : "sekarang gw ngerti kalo mimpinya emang bisa berlapis lapis stiv "
Steve : " sama kayak inception kan mbak "
Niken : " tapi sumpah asik banget.... apalagi kayak nyata banget rasanya "
dengan raut muka berbinar binar si Niken memungkasi ceritanya , apa yang dialaminya adalah suatu kesenangan yang penuh fantasi tingkat tinggi dan tidak terlalu penting untuk diinterpretasi.
Pendik : " awake dhewe kudu njajal vig ! "
(kita kudu nyoba vig !)
Me : " kapan kapan wae ndik "
Pendik : " dadi opo penake ?! "
(jadi apa enaknya ?!)
Me : " dadi batman ndik "
mungkin beberapa hari lagi aku akan mencoba untuk merasakan apa disebut Lucid Dream , kurasa akan sangat menyenangkan jika aku menjadi Batman yang menghajar bandit bandit di kota Gotham.
